Skip to Content

PENINGKATAN KOMPETENSI AUDIT INTERNAL

Menyongsong Era BLU: Tantangan dan Peluang Bagi Pengawasan Internal


Makassar, 21 September 2024 – Dalam rangka memperkuat pengawasan internal menjelang transformasi IAIN Parepare menuju Badan Layanan Umum (BLU), sebuah pelatihan bertajuk "Menyongsong Era BLU: Tantangan dan Peluang bagi Pengawasan Internal" diselenggarakan di Hotel UIN Alauddin Makassar. Acara ini dihadiri oleh auditor internal dari IAIN Parepare dan dipandu oleh Syarif Syahrir Malle, M.Si., CGRM., dari Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar.

Pelatihan ini diinisiasi oleh SPI IAIN Parepare, dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan kesiapan auditor dalam menghadapi perubahan tata kelola institusi setelah IAIN Parepare beralih menjadi BLU. Abdul Hamid, Kepala SPI IAIN Parepare, membuka acara dengan sambutan yang menekankan pentingnya adaptasi dalam sistem pengawasan internal.

“Penerapan sistem BLU di institusi pendidikan mengharuskan kita, sebagai pengawas internal, untuk mampu mengelola risiko, memperbaiki tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja yang efisien dan efektif,” ujar Abdul Hamid. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat peran SPI dalam mendukung tata kelola yang baik dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas institusi.

Dalam sesi utama, Syarif Syahrir memaparkan tentang sejarah UIN Alauddin Makassar yang telah lebih dari satu dekade beroperasi sebagai BLU, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pengawasan. “Menjadi institusi BLU bukan hanya soal peningkatan kemandirian finansial melalui optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga membutuhkan peran aktif SPI dalam mengawal proses ini dengan manajemen risiko yang lebih matang,” ujar Syarif.

Ia menjelaskan bahwa transformasi menjadi BLU memberikan peluang besar bagi institusi untuk lebih fleksibel dalam pengelolaan anggaran, namun juga menambah tantangan dalam hal akuntabilitas dan pengawasan. Menurut Syarif, SPI harus berperan lebih dari sekadar auditor yang melakukan pengawasan rutin, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengelolaan risiko dan pemberi saran kepada pimpinan institusi.

Selain itu, Syarif juga menekankan pentingnya penguatan kapabilitas Satuan Pengawasan Internal di era BLU, terutama dalam menghadapi audit yang lebih kompleks. “Penguatan SDM SPI menjadi keharusan, mulai dari pemahaman mendalam tentang tata kelola BLU, penyusunan peta risiko, hingga kemampuan untuk memberikan rekomendasi yang dapat diimplementasikan,” jelasnya.

Pelatihan ini terdiri dari tiga sesi utama, yaitu:

  1. Konsep Kampus BLU: Tantangan dan Peluang
    Membahas transformasi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menuju BLU, serta dampaknya terhadap manajemen keuangan, remunerasi, dan optimalisasi sumber daya kampus.
  2. Reposisi Tugas dan Fungsi SPI
    Sesi ini menyoroti peran SPI yang tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai konsultan bagi pimpinan dalam penerapan tata kelola yang lebih baik. Dalam konteks BLU, SPI perlu mendukung proses bisnis yang efisien dan transparan.
  3. Penguatan Kapabilitas SPI
    Membahas penguatan sumber daya manusia di SPI, penyusunan peta risiko, serta pelatihan yang dibutuhkan untuk menghadapi audit internal di era BLU.

Sesi pelatihan diakhiri dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Syarif Syahrir. Peserta juga berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam peran pengawasan di institusi masing-masing, terutama terkait peningkatan kapabilitas audit di lingkungan BLU.

Pelatihan ini diharapkan dapat membekali auditor internal di IAIN Parepare dan institusi lainnya dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola risiko secara lebih efektif, memberikan rekomendasi yang mendukung transparansi, serta memastikan pelaksanaan tata kelola yang baik di era BLU. “Pelatihan ini bukan akhir, tetapi awal dari penguatan kapasitas SPI yang lebih mendalam di masa mendatang,” kata Abdul Hamid menutup acara.

Dengan kegiatan ini, SPI diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh perubahan institusi menjadi BLU, sekaligus memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Desiminasi Integritas ANTI KORUPSI dan Bimbingan Teknis Risk Profiling Gratifikasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI